JAKARTA, PERISTIWAONLINE.COM Pasalnya, di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah menurun menjadi 4,65%. Namun, tantangan struktural masih perlu menjadi perhatian karena sekitar 67% dari total pengangguran berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang.
Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya pelatihan vokasi dalam mengurangi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Oleh karena itu kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pelatihan vokasi penting dalam mengurangi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
Airlangga menjelaskan bahwa penguatan pelatihan vokasi tidak terlepas dari kebutuhan untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti dengan kesiapan tenaga kerja.
Hingga Semester I-2026, realisasi investasi mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% (YoY) dan setara dengan 49,5% dari target.
Investasi tersebut turut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja secara nasional.
“Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026 yang perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026, dikutip keterangan tertulis Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (2/9/2026).
Airlangga mengatakan kebutuhan kompetensi baru juga muncul di sektor digital dan ekonomi hijau. Transisi menuju ekonomi hijau, misalnya, membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan baru seperti teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga yang menguasai smart farming. (MAD).

